Wawasan untuk Melindungi Bisnis Anda di Era AI dan Keamanan Siber
Transformasi digital terjadi dengan sangat cepat, dan kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar pilihan dalam keamanan siber; AI telah menjadi pengubah permainan. Saat bisnis mempercepat perjalanan digital mereka, mereka memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengambilan keputusan, mengadopsi cloud untuk solusi yang tak tertandingi dalam hal skalabilitas, dan beradaptasi dengan perubahan industri untuk mengungguli para pesaing.
Namun, transformasi ini tidak hanya tentang mengadopsi teknologi terbaru; ini juga tentang merombak cara organisasi beroperasi dan memberikan nilai. Tetapi, dengan kemajuan ini datang pula peningkatan risiko siber. Semakin besar jejak digital yang dimiliki bisnis, semakin besar pula potensi kerentanannya.
Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan perlu mengadopsi operasi keamanan generasi berikutnya yang dapat mengikuti perkembangan era AI. Untuk membantu bisnis menavigasi lanskap yang kompleks ini, Palo Alto Networks dan IBM bekerja sama untuk mengumpulkan para ahli industri yang menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana bisnis dapat berkembang di tengah perubahan besar ini.
Bagian 1 – Kemitraan Strategis untuk Keamanan yang Transformatif
Pada bagian pertama dari seri wawasan ini, kolaborasi antara Palo Alto Networks dan IBM dibahas sebagai perubahan besar dalam keamanan siber. Duncan Greenwood, VP NGS Sales EMEA & LATAM di Palo Alto Networks, memulai percakapan dengan membahas bagaimana kemitraan ini lebih dari sekadar inovasi. Ia menekankan bahwa kemitraan ini mewakili perubahan inti dalam pendekatan keamanan siber, perubahan yang sangat dibutuhkan oleh industri.
Shlomi Kramer, Pemimpin Penjualan EMEA di IBM Cybersecurity Services, menjelaskan kekuatan proaktif AI yang dapat merombak lanskap keamanan secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa kemitraan ini memungkinkan perusahaan untuk bersikap proaktif, bukan hanya reaktif, terhadap ancaman yang semakin cerdas. Kemitraan yang tepat, seperti yang dilakukan oleh Palo Alto Networks dan IBM, memberi kekuatan penuh kepada para pembela untuk memitigasi ancaman sebelum berkembang.
Pentingnya solusi keamanan terintegrasi juga ditekankan oleh Tim Van den Heede, Wakil Presiden Global Services di IBM Cybersecurity Services. Ia menyatakan bahwa pemimpin saat ini mencari solusi keamanan yang dapat berkembang dan selaras dengan tujuan transformasi digital mereka, dengan menekankan peralihan dari alat terpisah ke strategi keamanan yang komprehensif dan siap menghadapi masa depan.
Bagian 2 – Beradaptasi dengan Lanskap Ancaman yang Terus Berkembang
Dalam bagian kedua dari seri ini, diskusi berfokus pada bagaimana lanskap ancaman berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Kramer dengan cepat menunjukkan sifat ganda AI, yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengeksploitasi kerentanannya.
Greenwood menambahkan bahwa AI membuka peluang besar untuk keuntungan kompetitif, tetapi juga menciptakan risiko baru. Ia menekankan pentingnya bagi para pemimpin untuk memahami dan menyeimbangkan dampak ganda ini. Bisnis perlu solusi yang membantu mereka memanfaatkan manfaat AI sambil mengelola risiko yang ditimbulkannya.
Shailesh Rao, Presiden Cortex di Palo Alto Networks, menjelaskan bagaimana bisnis mengadopsi teknologi cloud dengan sangat cepat. Dengan strategi multi-cloud yang semakin umum, perusahaan perlu solusi yang menyederhanakan manajemen keamanan di berbagai platform. Kemitraan antara Palo Alto Networks dan IBM bertujuan untuk menyederhanakan proses ini, memastikan bahwa bisnis dapat berkembang dengan aman dan efisien.
Bagian 3 – Menyederhanakan Keamanan Multi-cloud
Pada bagian ketiga, kompleksitas mengelola lingkungan multi-cloud dibahas lebih lanjut. Greenwood mengungkapkan dampak finansial dari pelanggaran keamanan cloud, dengan menyebutkan bahwa biaya rata-rata dari pelanggaran cloud publik adalah $4,5 juta. Hal ini menekankan pentingnya strategi keamanan cloud yang kuat untuk meminimalkan paparan terhadap ancaman yang mahal ini.
Kramer menawarkan wawasan tentang bagaimana semakin banyak klien yang memilih untuk menyederhanakan manajemen multi-cloud mereka menggunakan model temukan, evaluasi, dan perbaiki untuk mengurangi potensi paparan. Strategi ini, katanya, membantu membangun ketahanan dan mempersiapkan organisasi menghadapi lanskap risiko siber global yang terus berkembang.
Bagian 4 – Menanggapi Kekhawatiran Klien tentang Platformisasi
Bagian keempat dari seri ini membahas beberapa kekhawatiran umum yang dihadapi klien ketika berbicara tentang platformisasi. Banyak organisasi ragu untuk beralih dari solusi terbaik di kelasnya ke platform terintegrasi karena kekhawatiran mengenai kunci vendor, biaya platformisasi, dan masalah lainnya.
Rao menjelaskan bahwa pendekatan tradisional dalam keamanan siber, yang melibatkan integrasi berbagai solusi titik, menjadi usang. Palo Alto Networks menganjurkan untuk menggunakan platform terintegrasi tunggal, yang memanfaatkan pembelajaran mesin dan kerangka arsitektur terpadu. Meskipun beberapa orang mungkin khawatir tentang mengandalkan satu platform, Rao berargumen bahwa lebih baik memiliki beberapa platform yang terjaga dengan baik daripada banyak solusi yang rentan.
Van den Heede juga menyoroti tren signifikan: tiga dari empat organisasi, atau 75%, kini mempertimbangkan konsolidasi vendor keamanan, dibandingkan dengan hanya 29% pada tahun 2020. Perubahan ini menunjukkan bahwa organisasi beralih dari mempertimbangkan platformisasi ke mengeksekusinya. Strategi keamanan yang kompleks dengan rangkaian solusi yang terpisah dapat berdampak negatif pada kinerja dan meningkatkan biaya.
Kemitraan antara Palo Alto Networks dan IBM hadir tepat waktu, membantu klien mengeksekusi strategi platformisasi mereka dengan lebih efisien, menggabungkan teknologi dengan keahlian.
Bagian 5 – Masa Depan AI dalam Keamanan
Bagian terakhir dari seri ini memfokuskan pembahasan pada bagaimana AI mengubah lanskap keamanan, apa artinya bagi bisnis, dan apa yang akan kita lihat di tahun 2025 dan seterusnya.
AI membawa banyak manfaat, tetapi juga tantangan seputar data dan tata kelola: “AI merombak lanskap keamanan secara keseluruhan. Kami memungkinkan perusahaan untuk menjadi proaktif, bukan hanya reaktif, terhadap ancaman yang semakin cerdas,” ujar Kramer.
Greenwood berbagi wawasan tambahan tentang manfaat AI bagi karyawan dan tantangan yang ditimbulkan oleh pelaku jahat yang terus berinovasi dalam serangan mereka. Menyoroti pendekatan komprehensif yang dilakukan oleh Palo Alto Networks dan IBM, ia mengatakan, “Kami tidak hanya berbicara tentang keamanan AI – pendekatan kami melindungi seluruh ekosistem digital, memastikan setiap wawasan yang digerakkan oleh AI dapat diandalkan, dapat ditindaklanjuti, dan aman.”
Pendekatan ini membantu memastikan bahwa AI tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga melindungi dari potensi kerentanannya.
Sudahkah Anda mempertimbangkan Palo Alto sebagai solusi keamanan siber untuk infrastruktur TI Anda? Palo Alto Networks menawarkan solusi keamanan yang komprehensif dan canggih, dirancang untuk melindungi sistem Anda dari ancaman siber yang terus berkembang. Dengan teknologi terdepan dan dukungan yang dapat disesuaikan, Palo Alto dapat membantu Anda mengamankan jaringan, aplikasi, dan data Anda dengan lebih efektif.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Palo Alto Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai produk dan solusi yang mereka tawarkan. Tim kami siap membantu Anda memastikan sistem TI Anda aman dan terlindungi. Apalagi, dukungan dari PT. iLogo Infralogy Indonesia tentu akan sangat membantu dalam memahami dan memaksimalkan potensi solusi Sistem Keamanan perusahaan Anda.
Selain itu, apakah ada fitur tertentu dari Palo Alto yang Anda ingin ketahui lebih lanjut? Kami siap memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk mendukung keputusan transformasi digital perusahaan Anda!
