Setelah melayani dalam jajaran siber pada pemerintahan Trump pertama, kami memahami betapa pentingnya bagi pemerintahan yang baru untuk segera mengambil langkah dalam misi pertahanan siber. Ancaman siber yang kita hadapi dari negara-negara seperti China, Rusia, Iran, dan Korea Utara semakin nyata dan terus berkembang. Kami percaya tim keamanan nasional dan siber yang baru siap menghadapi ancaman ini, mulai dari serangan ransomware hingga melindungi properti intelektual dan meningkatkan ketahanan siber dengan AI.
Sebagai mitra yang bangga dalam keamanan nasional, Palo Alto Networks berkomitmen untuk mendukung upaya ini. Berikut adalah 10 rekomendasi utama untuk tim keamanan siber yang akan datang:
- Fokus pada Hasil Keamanan Siber
Penting untuk memastikan bahwa investasi dalam keamanan siber memberikan hasil yang terukur. Dua metrik utama ketahanan siber – Mean Time to Detect (MTTD) dan Mean Time to Respond (MTTR) – harus dipantau secara real-time. Presiden harus memiliki akses ke metrik ini di Ruang Situasi untuk memastikan kemajuan dan akuntabilitas dalam mengamankan sistem kita.
- Tanggapi Salt Typhoon dengan Pendekatan Zero Trust
Ancaman Salt Typhoon menunjukkan perlunya pendekatan Zero Trust untuk keamanan telekomunikasi. Pendekatan ini memerlukan verifikasi akses yang terus-menerus dan memastikan visibilitas end-to-end, dengan fokus pada pengamanan inti seluler dan pesawat manajemen.
- Mengadopsi Realitas Multicloud, Tapi Prioritaskan Keamanan
Dengan cloud yang menjadi permukaan serangan utama (lebih dari 80% kerentanannya terdeteksi di cloud), kita harus mengadopsi alat keamanan yang memberikan visibilitas dan kontrol di seluruh lingkungan multicloud. Pergeseran dari model tanggung jawab bersama yang lama memerlukan pendekatan yang lebih kuat dan terintegrasi untuk keamanan cloud.
- Manfaatkan AI untuk Memodernisasi Pertahanan Siber
Volume peringatan yang diterima profesional keamanan siber saat ini bisa sangat membebani pertahanan tradisional. AI bisa menjadi perubahan besar dengan mengotomatisasi triase ancaman dan meningkatkan pusat operasi keamanan (SOC). Perintah Eksekutif terbaru tentang AI menegaskan pentingnya AI untuk keamanan nasional, dan sekarang saatnya untuk mengoperasionalisasikannya agar tetap unggul dari musuh seperti China.
- Promosikan Keamanan AI Sejak Desain
Untuk memanfaatkan potensi AI secara penuh, kita perlu memastikan bahwa praktik keamanan dibangun sejak awal. Ini berarti menerapkan kontrol akses, memperkuat konfigurasi penyebaran, dan memastikan integritas data di seluruh rantai pasokan AI.
- Promosikan Ketahanan Basis Industri Pertahanan (DIB)
Basis Industri Pertahanan (DIB) adalah ekstensi kritis dari keamanan nasional kita, namun terus-menerus menjadi sasaran ancaman siber. Untuk itu, Pusat Kolaborasi Keamanan Siber NSA harus memperluas layanan keamanannya untuk DIB, memastikan entitas ini memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi serangan yang terus-menerus.
- Modernisasi Proses Pengadaan Federal
Siklus pengadaan saat ini tidak dapat mengikuti kecepatan inovasi teknologi yang pesat. Pemerintah federal harus beralih dari alat-alat lama, seperti VPN, yang semakin rentan terhadap serangan, dan mengadopsi solusi modern seperti Zero Trust yang lebih efektif dalam mengamankan sistem federal.
- Dorong Harmonisasi Regulasi untuk Keamanan Siber
Pemerintah federal harus menyederhanakan dan mengonsolidasikan regulasi keamanan siber untuk mengurangi kompleksitas. Misalnya, sertifikasi seperti FedRAMP High dan DoD IL-5 harus memiliki kesetaraan logis, membuat kepatuhan lebih mudah dan efisien.
- Operasionalisasi Dewan Keamanan Pengadaan Federal (FASC)
Didirikan pada pemerintahan Trump pertama, FASC memainkan peran kunci dalam memastikan kepercayaan terhadap teknologi yang digunakan oleh lembaga federal. Dewan ini harus dioperasionalkan untuk memberikan pengawasan dan integritas yang lebih baik di seluruh rantai pasokan federal.
- Manfaatkan Layanan Bersama Siber untuk Meningkatkan Efisiensi
Pemerintah federal dapat memanfaatkan layanan bersama siber untuk menyederhanakan dan menskalakan kemampuan keamanan siber untuk lembaga-lembaga federal. Dengan menggabungkan sumber daya, kita dapat meningkatkan hasil keamanan siber sambil lebih efisien dalam penggunaan dana pajak.
Kesimpulan
Mengamankan infrastruktur digital kita adalah misi bipartisan yang memerlukan kolaborasi di seluruh sektor. Saat pemerintahan Trump kedua mempersiapkan diri untuk masuk ke kantor pada momen yang krusial ini, kami siap untuk berperan dalam membantu mengamankan masa depan digital Amerika.
Sudahkah Anda mempertimbangkan Palo Alto sebagai solusi keamanan siber untuk infrastruktur TI Anda? Palo Alto Networks menawarkan solusi keamanan yang komprehensif dan canggih, dirancang untuk melindungi sistem Anda dari ancaman siber yang terus berkembang. Dengan teknologi terdepan dan dukungan yang dapat disesuaikan, Palo Alto dapat membantu Anda mengamankan jaringan, aplikasi, dan data Anda dengan lebih efektif.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Palo Alto Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai produk dan solusi yang mereka tawarkan. Tim kami siap membantu Anda memastikan sistem TI Anda aman dan terlindungi. Apalagi, dukungan dari PT. iLogo Infralogy Indonesia tentu akan sangat membantu dalam memahami dan memaksimalkan potensi solusi Sistem Keamanan perusahaan Anda.
Selain itu, apakah ada fitur tertentu dari Palo Alto yang Anda ingin ketahui lebih lanjut? Kami siap memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk mendukung keputusan transformasi digital perusahaan Anda!
